Alumni Azhar, mau kemana?


yasirmaqosid

Alumni 2006

Oleh : Yasir Maqosid

 

Ketika pertama kali menginjak tanah air tercinta, Indonesia Merdeka (apa benar sudah merdeka ???)  yang terpikir di benakku adalah segera bertemu dengan keluarga yang telah lama aku tinggalkan. Ya, empat tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sudah banyak perubahan semenjak aku berangkat tahun 2002 hingga kedatanganku ke tempat kelahiranku pada tahun 2006. Alhamdulillah keluargaku sehat semua, dan aku pun sangat bahagia bisa berkumpul dengan mereka seperti sedia kala. Setelah beberapa hari di rumah, mulailah terbetik memikirkan aku akan kerja apa?

Bagi sebagian orang peluang mendapat pekerjaan terkadang tidak menjadi masalah, terutama bagi mereka yang orangtuanya tergolong The Have. Namun bagi sebagian orang mendapat pekerjaan merupakan sesuatu vital, mengingat dia harus mencukupi kebutuhan untuk dirinya atau keluarganya. Lantas bagaimana peluang alumnus Al-Azhar mendapat pekerjaan yang “layak”?

Setahun sudah semenjak kepulanganku lulus dari Al-Azhar, aku melihat beberapa alumni Al-Azhar—khususnya yang baru mendapat gelar Lc—banyak bekerja di bidang-bidang yang ada kaitannya dengan dakwah Islam. Ada yang bekerja di bidang penerbitan buku; sebagai penerjemah, editor, proof raeder, baik free lance atau pun pagawai tetap. Ada juga yang bekerja di bidang pendidikan. Kawanku yang di Pekalongan sekarang sudah bekerja sebagai dosen di STAIN, (padahal dia baru bergelar sarjana/Lc),  ada pula yang mengajar di Yayasan Pendidikan Bahasa Arab.  Sedangkan di Jakarta banyak yang mengajar privat.

Memang peluang bekerja bagi lulusan Al-Azhar sangat terbuka lebar, kalau mau bersungguh-sungguh mencarinya. Selain bidang-bidang tersebut, terbuka lapangan pekerjaan sebagai pegawai Depag (jadi penghulu misalnya J), pegawai Deplu (wow kalau ini sih bisa keliling dunia), sebagai pembimbing haji (bagi yang sudah pernah haji), pegawai di kedutaan Negara Timur Tengah, dan masih banyak pekerjaan halal lainnya.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Sebelum pulang ke Indonesia, dokumentasikan karya dan aktivitas kita selama di Mesir, karena dokumentasi itu sangat penting untuk mencari lapangan pekerjaan. Misalnya, pernah menulis di tabloid Thanta atau Terobosan, membuat artikel untuk diskusi, membuat bahts (PR Kuliah), semua tulisan itu hendaknya disimpan rapi untuk bukti ketika mencari lapangan pekerjaan kelak. Selain itu, piagam seminar di Kairo, piagam pelatihan-pelatihan, dsb harus disimpan dengan rapi untuk dilampirkan ketika mencari pekerjaan.

Lebih dari hal itu, belajar dengan tekun sehingga mendapat ilmu yang bermanfaat sangat penting artinya karena tujuan kita belajar di Al-Azhar bukan untuk mencari pekerjaan, tetapi mencari ilmu yang suatu ketika akan kita sebarkan di tengah masyarakat. Teruslah belajar dan berkarya, kesuksesan sudah menanti Anda!

Mahattah Nafi’ah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: