Memakan daging saudara yang sudah mati


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), ‎karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuuraat: 12)‎

—————————==============00O00==============—————————–

Ghibah Oleh : Dr. Ir. Harsoyo, Msc.

Ingatlah dosa Ghibah

Al Ahzab 70-71: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Sebagai orang yang beriman, maka sudah sewajarnya untuk bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dengan memperbaiki amalannya, dalam ayat lain Allah SWTakan memasukkan ke surga Nya yang didalamnya tidak ada kata-kata yang sia-sia (apalagi menyakitkan hati). Nah salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah kalau berkata dengan perkataan yang benar, bukan provokasi dan bukan fitnah. Rasullullah saw pernah mengingatkan: ghibah adalah lebih sesat daripada zina, sedang zina merupakan dosa yang sangat besar dengan hukuman rajam sampai mati bagi pelaku muhson (yang pernah kawin), namun ghibah (menyebarkan berita kejelekan orang) lebih besar dari itu, para sahabat bertanya tentang hal itu, maka Rasulullah saw menjelaskan zina apabila pelakunya bertobat nashuha insya Allah memngampuinya, tetapi ghibah kalau mau bertobat maka harus meminta maaf kepada semua orang dan mencabut seluruh berita tadi kepada setiap orang yang telah mendengarnya, dapat dibayangkan kalau ghibah itu telah sampai ke pasar, naudzubillah sangaaaat susah untuk bertobat.

Mungkin kini tidak banyak orang berghibah secara langsung, tetapi mungkin dengan tulisan, sebagaimana dulu ada kata mutiara ” lidah lebih tajam dari pada pedang” maka sekarang yang berlaku adalah ” tulisan lebih tajam daripada pedang”, nah untuk itu cerminan taqwa mari dimulai dengan tulisan benar dan yang menyejukkan, amar ma’ruf bil ma’ruf (mengajak baik degan baik). Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: