Kesehatan memandang KB


Oleh : Rina Agustia, SKM

Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970’an. KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, maksud daripada ini adalah: “Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran”. Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya

Keluarga Berencana

KB ini merupakan program pemerintah dengan tujuan diantaranya :

–   Memperkecil angka laju pertumbuhan penduduk

–   Mensejahterahkan keluarga

–   Kesehatan ibu dan anak

–   Mengurangi resiko kelahiran

–   Memberi kesempatan ibu bekerja dan berkarier

–    Menjaga jarak kelahiran antara satu dengan yang lain.

–    Perhatian pada pendidikan anak lebih besar

–    DllMenurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana National), 25 Februari 2010 ; Tanpa KB, tahun 2020 penduduk Indonesia 261 juta jiwa.

Program pemerintah ini terbilang cukup sukses karena setiap Instansi pemerintah, BUMN dan swasta menekankan pada setiap karyawannya untuk ber-KB. Instansi-instansi tersebut hanya mau memberikan biaya atau jatah kesehatan dan beras tuk 1 orang istri dan 2 orang anak. Istri yang melahirkan anak ke-1 dan 2 semua biayanya akan ditanggung kantor sedangkan kelahiran selanjutnya dengan kocek pribadi. Dengan program pemerintah seperti itu akhirnya mau gak mau, suka gak suka, karyawan yang bekerja di Instansi harus mengikuti program KB ini.

KB dipandang dari segi kesehatan tidak membahayakan pasien. Bila pasien memilih jenis KB yang cocok maka tidak akan berefek samping. Sebelum mengikuti program KB, ada baiknya pasien berkonsultasi dulu dengan keluarga dan dokter ahli. Karena setiap Metode KB berbeda-beda keefektifannya terhadap pencegahan kelahiran serta melihat kondisi tubuh dan pola hidup kebiasaan pasien sehari-hari. Seperti wanita yang perokok tidak boleh memakai pil KB karena menurut penelitian yang diterbitkan oleh United State Department of Health and Human Services secara signifikan meningkatkan resiko mereka terhadap pembekuan darah, serangan jantung, stroke, khususnya jika mereka berusia lebih dari 35 tahun.

Metode-Metode KB

  1. Penyumbatan cerviks : Menutup cerviks tuk mencegah sperma mencapai sel telur.

Kerugiannya : Jumlah yang tersedia sangat terbatas. Beresiko besar ketika proses pemasukan alat. Mudah menimbulkan infeksi bila tertinggal selama beberapa minggu. Bisa jadi menyebabkan pelecetan.

Keuntungannya : 75-96% efektif. Dapat diletakkan pada tempatnya sampai tiga hari. Tidak ada efek-efek sampingan.

  1. Kondom : Plastik tipis dan lembut yang ditutupkan pada penis yang sedang ereksi. Mencegah masuknya sperma ke vagina.

Kerugiannya : Dapat mengurangi spontanitas dan sensasi saat efektif melakukan hubungan seksual. Kecil sekali kemungkinannya bocor. Mudah sekali rusak bila digunakan dengan tidak tepat.

Keuntungannya : 85-95% efektif. Yang terkenal adalah kondom merek Latex. Mencegah beberapa penyakit kelamin.

3.      Spiral : Karet lembut dan tipis untuk menyumbat cervix ; mencegah sperma mencapai dan membuahi sel telur.

Kerugiannya : Harus dipasang dengan tepat. Ada kemungkinan lepas ketika melakukan hubungan seksual. Dapat mengurangi spontanitas dan kenikmatan seksual, dapat meningkatkan peluang berkembangnya infeksi-infeksi kandung kemih.

Keuntungannya : 75-96% efektif. Tidak ada efek-efek sampingan.

4.      Busa, Jelly, Krim : Spermiside yang dipasang didalam vagina. Mencegah sperma masuk ke dalam rahim.

Kerugiannya : Dapat menyebabkan iritasi. Harus digunakan tidak lebih dari 10 menit sebelum hubungan seksual. Mungkin sesekali mengurangi kenikmatan dan spontanitas seksual.

Keuntungannya : 50% efektif. Akan lebih baik jika digunakan dengan metode-metode pendukung lainnya (kondom, spiral). Mencegah banyak penyakit kelamin. Sama sekali tidak ada efek-efek sampingan.

5.      Device/IUD : Plastik atau besi kecil yang dipasang pada uterus. Mencegah terjadinya pembuahan sel telur atau fertilisasi.

Kerugiannya : Dapat menyebabkan banyaknya darah yang keluar saat menstruasi, dapat lepas, mengandung resiko tinggi terjadinya infeksi dan perforasi rahim. Tidak bolah digunakan bagi mereka yang memiliki sejarah penyakit pembengkakan pinggul.

Keuntungannya : 95-99% efektif. Tetap pada tempatnya sejak pemasangan.

  1. Kontrasepsi oral : Hormon yang berbentuk pil. Mencegah lepasnya sel telur.

Kerugiannya : Harus dengan izin dari dokter. Tidak disarankan bagi wanita yang berusia lebih dari 35 tahun atau mereka yang merokok dan mempunyai penyakit jantung. Mengandung resiko tinggi terkena stroke dan pembekuan darah.

Keuntungan : 90-99% efektif. Enak dipakai, melindungi para akseptor dari kanker indung telur dan endometrial.

  1. Spons : Melepaskan spermisida. Dipasang di vagina.

Kerugiannya : Alat ini tidak begitu bisa diandalkan. Dapat menyebabkan iritasi. Sulit sekali dilepaskan. Bisa dipakai meski Anda sedang haids atau menstruasi. Bisa ditinggalkan ditempatnya selama 24 jam.

Keuntungannya : 70-85% efektif. Tidak memerlukan pemasangan khusus.

Program KB Alami

Mengatur kelahiran secara alamiah ternyata lebih efektif dan lebih disukai perempuan dan pasangannya. Kenapa? Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia selama Orde Baru berjalan sukses dan efektif untuk menekan angka kelahiran. Namun, kini program KB sudah mulai kendur karena masyarakat kurang suka menggunakan bermacam obat sebagai kontrasepsi dengan berbagai alasan, seperti adanya efek samping. Saat ini ada solusi yang tampaknya perlu dicoba dan dimasyarakatkan, yaitu mengatur kelahiran secara alamiah. Berdasarkan penelitian dari Institut Kesehatan Reproduksi Universitas Georgetown, Washington, Amerika Serikat (AS), metode keluarga berencana alamiah ternyata lebih efektif dan bisa diterima perempuan serta pasangannya.

Dengan metode mengatur kehamilan secara alamiah, selain mampu menekan angka kelahiran, juga tak mengganggu aktivitas hubungan seksual pasangan suami-istri (pasutri). Wajar bila metode ini lebih bisa diterima masyarakat. Seperti dalam penelitian Jennings yang melibatkan masyarakat di 14 wilayah di enam Negara.

“Saya benar-benar yakin metode ini harus disebarluaskan untuk dijadikan pilihan program KB. Perempuan mempunyai banyak pilihan untuk program KB, tetapi metode ini perlu dicoba,” jelas Dr Victoria Jennings, Direktur Institut Kesehatan Reproduksi Universitas Georgetown.

Jennings mengatakan, metode mengatur kelahiran secara alamiah dikenal dengan metode standar hari (MSH), yang menghitung berdasarkan siklus masa subur perempuan. Perempuan mempunyai siklus menstruasi setiap bulan antara 26 hingga 32 hari, biasanya masa subur yang berpeluang terjadi kehamilan jika ada pembuahan pada hari ke-8 sampai ke-19. Dengan menghitung siklus menstruasi dan masa subur, pasutri bisa mengatur waktu berhubungan seksual. Bila mereka belum menginginkan kehamilan, sebaiknya menghindarinya pada masa subur. Pilihan metode MSH disukai karena tidak bertentangan dengan beberapa ajaran agama dan kepercayaan masyarakat. Selain itu, perempuan menyukai metode MSH karena tidak membutuhkan biaya mahal dan terbebas dari berbagai efek samping yang kerap timbul jika menggunakan alat kontrasepsi.

“Para suami juga mengaku sangat senang dengan metode ini. Bahkan, beberapa suami mengatakan siap membantu pasangannya menerapkan metode ini untuk mengatur kehamilan secara alamiah. Para suami mengaku bersedia menggunakan kondom jika berhubungan pada masa subur untuk menghindari risiko terjadinya kehamilan,” ujar Jennings. Apalagi, dalam urvey terungkap bahwa 90 persen perempuan dan pria mengaku sangat nyaman dengan metode MSH karena mudah dilakukan. Untuk itu, mereka bersedia membantu memopulerkan metode MSH kepada pasangan lain.

“Di AS, kebanyakan perempuan yang kini menggunakan metode hormonal mulai mencoba metode alamiah,” tandas Jennings. Dia menambahkan, efektivitas program KB alamiah sama efektifnya dengan menggunakan kontrasepsi, seperti diaphragm, kondom, pil.

Referensi :

  1. Buku Pintar Kesehatan, 365 Tips Hidup Sehat, Dr. Don R. Powell, Ph.D.
  2. 2. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas
  3. BKKBN

4.   http://lifestyle. Okezone.com/         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: