Pemanfaatan akses internet dari faslitas Wi-Fi menurut perspektif syariat


Oleh: Alnofiandri Dinar, Lc.

Sekapur Sirih

Semakin hari dunia kita semakin mencengangkan. Pelbagai kemajuan teknologi selalu terjadi, baik di dunia medis, dunia informasi, dll.. Pelbagai kemajuan ini di satu sisi merupakan rahmat bagi penghuni kolong langit, karena merupakan bentuk fasilitas yang membantu manusia untuk semakin mudah dan cepat dalam beraktifitas.

Internet dengan Wifi

Bagi seorang muslim, tentu saja semua kemajuan itu tidak akan terlepas dari cara pandangnya dengan kaca mata agama. Akan timbul setumpuk pertanyaan di fikiran mereka, seperti; Apa bentuk teknologinya? Untuk apa gunanya? Siapa yang menemukan dan siapa yang boleh memanfaatkannya? Bagaimana  menurut islam memanfaatkan teknologi yang baru ditemukan ini? Bagaimana cara memilikinya, dengan akad apa? Apa saja yang mesti dilakukan? Bagaimana cara pemanfaatannya yang benar? Kapan saja boleh memanfaatkannya?Syariat islam mencakup seluruh sisi hidup dan kehidupan manusia dan seluruh ranah apapun yang dilakonkan oleh manusia. Tidak ada satupun permasalahan dalam dunia manusia yang tidak dijamah oleh syariat. Tidak ada satupun perbuatan manusia kecuali ada hukumnya menurut pandangan syariat. Karena hukum Allah berkaitan dengan  seluruh perbuatan manusia, seperti yang disampaikan oleh para ulama ushul fiqh. Perlu difahami dengan baik bahwa hukum Allah tidak berhubungan dengan benda dan sifat. Oleh karena itu tidak ada faqih yang mengatakan bahwa internet adalah haram atau makruh, akan tetapi hukum mengakses internet adalah boleh atau tidak?

Di lain pihak para faqih atau pengkaji syariat islam dengan pelbagai kemajuan ini justru semakin sesak dada. Dada mereka terasa semakin sempit, karena semakin bertumpuk permasalahan yang perlu diselesaikan! Setiap hari selalu saja ada penemuan baru. Itu artinya selalu muncul persoalan baru yang perlu diselesaikan oleh para fuqaha. Mereka harus menjelaskan kepada umat bagaimana syariat memandang sebuah penemuan, apakah dibolehkan oleh syariat atau tidak? Mereka mesti menjelaskan halal dan haramnya. Untuk menjelaskan halal dan haram, tentu saja tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Dibutuhkan perangkat ilmu yang memadai, agar bisa menggali dari sumber syariat, sehingga mengetahui hukum permasalahan sebagaimana mestinya.

Apabila permasalahan sudah dijelaskan dengan rinci oleh nash-nash syar`i, maka permasalahan tidaklah rumit, tinggal mencari mazhan al masa-il (tempat pembahasan masalah) ini. Apabila tidak diuraikan secara rinci, tentu butuh kepada ijtihad. Sedangkan untuk berijtihad, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Tidak bisa dilakukan oleh setiap orang, meskipun sudah memegang ijazah bachelor (Lc) Al Azhar! Perlu dipahami juga bahwa meskipun permasalahan fiqh umumnya adalah bersifat zhanniyyah, akan tetapi tidak boleh dikaji dan disimpulkan hukum halal-haramnya secara tergesa-gesa dengan subjektif yang dikendarai oleh hawa-nafsu!

Idealnya para fuqaha adalah memberikan lontaran ide kepada umat untuk giat melakukan pelbagai inovasi yang membawa manfaat dalam kehidupan mereka. Fuqaha semestinya menyampaikan format syariat dengan performa baru yang sesuai dengan zaman. Memberitahukan kepada umat bagaimana sistem perdagangan, perekonomian, kedokteran, perobatan, pertambagan, dll., secara kontemporer yang sejalan dengan perspektif islam. Sehingganya umat semakin bersemangat dan mengupayakan segala sesuatu yang mendatangkan manfaat dan kemakmuran mereka hidup di dunia. Karena tugas kekhalifahan yang disandang manusia di bumi ini adalah untuk memakmurkan bumi dengan pemanfaatan seluas-luasnya bagi kemaslahatan manusia.

Realita yang terjadi malah sebaliknya, para faqih justru mandul dalam menjawab kebutuhan manusia dan menyelesaikan problematika mereka, terkhusus umat islam.  Para pengkaji syariat masih terbuai bersama mimpi! Para pengkaji agama lebih banyak terbuai dengan dunia mereka yang melenakan dan sebagian lain tidak jarang terjebak untuk membahas permasalahan-permasalahan kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi permasalahan tersebut sudah dibahas tuntas oleh ulama kita dahulu dan direkam dengan rapi di dalam turats umat islam. Sayangnya para faqih kontemporer belum mengkaji dan atau tidak memahaminya!

Dalam kajian kali ini kita akan mencoba mendiskusikan tentang pemanfaatan internet yang tersedia dengan fasilitas Wi-Fi pemilik terentu -tanpa izin dari pemiliknya- menurut perspektif syariat islam. Apakah dibolehkan untuk mengakses internet yang ada karena Wi-Fi yang berseliweran di sekeliling kita, minimal untuk browsing bahan-bahan studi, berita selama akses tersedia? Apa alasannya? Apakah mesti izin pemiliknya? Kapan saja boleh memakainya? Ataukah sama sekali tidak boleh mengaksesnya? Apa alasan tidak bolehnya?

Untuk mengkaji lebih lanjut tentang permasalahan pemanfaatn internet dari faslitas Wi-Fi menurut perspektif  syariat, mari kita mengenali Wi-Fi terlebih dahulu. Karena seorang faqih apabila ingin mengenali hukum sebuah permasalahan ia tidak tergesa-gesa menghukumi sebelum mengenali dengan seksama permasalahan yang dihadapinya, di dalam qa`idah `aqliyyah disebutkan “al hukmu `an syai-in far`un `an tashawwurihi”.

Oleh karena itu seorang faqih harus mengenali dengan seksama setiap nazilah (peristiwa) yang terjadi sedetail-detailnya. Ketika sudah mengenali dengan detail, baru kemudian mengindetifikasi permasalahan secara konsep fiqh islami. Apakah permasalahan ini sudah dibahas di dalam fiqh islamy atau belum? Atau adakah keserupaan permasalahan ini dengan permasalahan-permasalahan yang telah diijtihadkan oleh mujtahid, sehingganya bisa melakukan takhrij terhadap permasalahan kontemporer? Setelah proses ini dilewati, seorang faqih baru mampu untuk menggali hukum dan menisbahkan hukum tertentu, yaitu menjelaskan hukum Allah terhadap peristiwa yang dihadapi oleh umat. Makanya, tidak mungkin seorang yang tidak mengenali Wi-Fi akan mampu menghukumi pemanfataan internet dengan fasilitas Wi-Fi secara benar, kecuali sok tahu atau berani berbohong atas nama Allah dan RasulNya!

Mengenali  Wi-Fi dan perangkatnya

Mengetahui definisi sebuah permasalahan adalah mutlak bagai seorang bahits, yang bertujuan agar seorang bahits mengetahui dengan jelas permasalahan yang akan dibahasnya. Untuk mengetahui definisi ini mesti dimulai dari pemahaman terhadap mufradat yang menjadi bagian dari definisi.

Dalam kajian Wi-Fi ini penyusun tidak memiliki banyak ilmu dan wawasan, kecuali melalui diskusi dengan teman dan saduran informasi dari searching internet. Oleh karena itu dalam kajian ini penyusun tidak akan mengungkap hukum permasalahan secara final, akan tetapi hanya mengajak peserta kajian untuk mendiskusikan bersama agar bisa dikaji lebih mendalam.

Wireless

Wireless dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data atau suara tanpa menggunakan media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup mengganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan. Misalnya: untuk menghubungkan sebuah 1 komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel.

Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Wireless

Mengenali Wi-Fi

Apa itu Wireless LAN atau LAN Nirkabel?

Adalah gabungan dari banyak komputer yang saling terhubung dengan menggunakan gelombang berfrekuensi tinggi. Sehingga komputer-komputer itu bisa saling terhubung tanpa menggunakan kabel. Data ditransmisikan di frekuennsi 2.4Ghz (for 802.11b) or 5Ghz (for 802.11a). Kecepatan maksimumnya 11Mbps (untuk 802.11b) and 54Mbps (untuk 802.11a).
Berikut adalah gambar hirarki teknologi nirkabel:

Konsep Wireless LAN (W-LAN) adalah memanfaatkan frekuensi gratis 2,4 GHz yang disebut kanal ISM (Industrial Scientific and Medical), yaitu band frekwensi yang biasanya dipakai untuk perangkat-perangkat di industrial, penelitian dan kedokteran.

Dalam dunia industri misalnya, microwave oven untuk pemanas makanan, menggunakan frekwensi 2,4 GHz, atau mainan remote control juga ada yang menggunakan frekwensi tersebut, kemudian di dunia penelitian banyak perangkat remote control menggunakan 2,4G Hz, karena memang interferensinya sedikit.
Di kedokteran sendiri, banyak perangkat yang menggunakan frekwensi 2,4 GHz, seperti perangkat pemotret sinar X yang dikendalikan oleh operator yang berada diluar jangkauan, atau perangkat laboratorium yang butuh jarak untk pengoperasiannya.

Standar W-LAN dibuat oleh IEEE dengan kode 802.11x, dimana x adalah huruf yang berkaitan dengan teknologi dan kecepatan aksesnya. 802.11a menggunakan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang menggunakan frekwensi 5 GHz di band UNII (Unlicensed National Information Infrastructure) yaitu perluasan frekwensi ISM. Bandwidth yang bisa disalurkan adalah 54 Mbps, bahkan sudah ada yang mencoba untuk Wi-Fi
Apa itu Wi-Fi?

Menurut wikipedia.org “Wi-Fi merupakan kependekan dari “Wireless Fidelity”, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.”
Menurut Wi-Fi Alliance “Salah satu cara untuk mengakses internet, istilah Wi-Fi diadaptasi dari istilah HiFi, Wi Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebutan untuk setiap teknologi wireless yang termasuk dalam spesifikasi IEEE 802.11. Wi-Fi Alliance adalah badan yang bertanggung jawab dengan istilah itu dan hubungannya dengan standar teknologi lainnya.”
Dari hasil googling:

Wi-Fi atau Wireless Fidelity memungkinkan pengguna untuk terkoneksi dengan LAN ataupun internet tanpa menggunakan kabel, dengan kata lain nirkabel. Hal ini amat berguna untuk pengguna laptop, PDA, ataupun perangkat nirkabel lainnya.

Untuk menikmati teknologinya pengguna harus berada dekat dengan ‘access point’ yang dipanggil ‘hotspot’ yang meliputi suatu daerah. Radiusnya mencapai jarak antara 91.4 meter hingga 121.9 meter, bergantung kepada halangan seperti dinding bangunan, dan sebagainya. Untuk komunikasi jalur lebar, kecepatan transmisi datanya mencapai 11 Mbps, bergantung kepada trafik internet dan jauhnya pengguna dari access point.
Apa itu Access Point?

Peralatan LAN yang menghubungkan peralatan nirkabel dengan jaringan LAN. Contoh kasarnya adalah BTS untuk memberikan sinyal pada handphone. Untuk Wi-Fi, contohnya adalah Ethernet.

Apa itu Hotspot?

Tempat access point berada.

What is Roaming ?

Teknologi yang memungkinkan peralatan wireless berpindah dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa memutuskan dahulu sambungan wirelessnya. Contohnya seperti saat kita memakai handphone, pastinya kita tidak perlu menelepon ulang ketika kita ganti BTS.
Berapa jauh jangkauannya atau seberapa besar area cakupan LAN nirkabel?
Secara teori, radius jangkauannya mencapai 100 m di luar ruangan dan 30 meter jika di dalam ruangan. Untuk yang di dalam ruangan tergantung dari banyaknya ruangan, tebalnya tembok dan lainnnya. Tetapi biasanya cukup untuk memayungi satu rumah.
Bagaimana cara menggunakan Wi Fi?

Biasanya kita menggunakan PDA atau laptop yang sudah ada konektivitas Wi-Fi nya. Kebanyakan laptop membutuhkan kartu PCI untuk terhubung dengan wireless LAN.

Untuk Wi-Fi, kartu jaringan seperti apa yang bisa kita pakai?

Ada 3 jenis kartu yang bisa kita pakai, dengan banyak variasi di setiap kartunya:

  1. PCMCIA (PC Card) – Ini adalah kartu untuk laptop yang dimasukkan ke dalam slot yang tersedia. Sebelum membeli kartu jenis ini, pastikan kita membeli kartu yang cocok untuk laptop kita.
  2. Compact Flash – Merupakan variasi dari PCMCIA, cuma ukurannya lebih kecil dan digunakan untuk Pocket PC.

PCI – Kartu jaringan untuk computer desktop ini ada 2 jenis. Pertama, satu kartu komplit yang menyediakan semuanya untuk tersambung langsung ke LAN nirkabel. Yang kedua adalah converter yang memungkinkan kartu PCMCIA berkerja di computer desktop. Tetapi tentu saja keduanya membuntuhkan instalasi ke slot PCI kosong di computer kita.

  1. USB – Ini lah cara termudah untuk terhubung ke LAN nirkabel. Cukup colokkan wireless LAN adapter ke lubang USB, dan langsung beres.

Apakah membutuhkan akun dari providernya?

Semuanya tergantung dari kebijakan provider-nya, ada yang iya dan ada yang tidak. Contohnya di UI, untuk mengakses internet melalui Wi-Fi, mahasiswa harus punya akunnya. Tetapi ada juga yang gratis, tanpa akun seperti di StarBuck, tetapi syaratnya kita harus memesan minuman dulu.
Apakah Wi-Fi sama dengan Bluetooth?

Tidak. Walaupun teknologi yang digunakan sama, tetapi protokolnya berbeda, teknologi bluetooth menggunakan protokol IEEE 802.15.1, dan Wi-Fi berada di bawah spesifikasi 802.11. Jadi, Wi-Fi dengan Bluetooth tidak saling mempengaruhi ataupun berkompetisi. Kecepatan transfer dan area jangkauan Wi -Fi dalam transfer data, lebih cepat dan luas dari sistem Ethernet (802.3), sementara Bluetooth cocok untuk perangkat-perangkat kecil seperti PDA, karena daya jangkau dan transfernya lebih kecil.
Apakah data-data saya aman mengalir di hotspot?

Selama data yang kita kirim tidak berada dalam jalur yang terenkripsi, maka siapapun masih bisa membaca yang kita terima atau kirim. Supaya lebih terjamin, gunakanlah protokol yang ada pelindungnya. Untuk email kita gunakan POP dan SMTP. Kalau ada https, gunakanlah ketimbang memakai http. Jadi aman atau tidaknya data kita, tergantung dari jalur yang kita pakai.
Berapa banyak pengguna dalam suatu access point?

254 pengguna
Frekuensi berapa saja yang tersedia untuk 802.11b ?

Channel 01 : 2.412 GHz

Channel 02 : 2.417 GHz

Channel 03 : 2.422 GHz

Channel 04 : 2.427 GHz

Channel 05 : 2.432 GHz

Channel 06 : 2.437 GHz

Channel 07 : 2.442 GHz

Channel 08 : 2.447 GHz

Channel 09 : 2.452 GHz

Channel 10 : 2.457 GHz

Channel 11 : 2.462 GHz

Kalau mau menggunakan lebih dari 1 channel, setidaknya harus ada jeda 5 channel.

Apa kegunaannya?

Untuk terkoneksi dengan internet tanpa mengunakan kabel. Sebagian besar orang Indonesia masih menggunakan jalur kabel seperti akses Dial-Up, contohnya telkomnet instant untuk berinternet. Dengan Wi-Fi kita bisa berinternet ria atau tersambung ke LAN secara nirkabel, asalkan laptop kita terjangkau area Wi-Fi (berada di hotspot)
Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan:
Bila dibandingkan dengan dial-up

· Akses secepat broadband

· Nomor IP yang bisa berubah-ubah seperti akses Dial-Up

· Akses bisa di mana saja, asal di daerah hotspot

· Murah, cepat dan fleksibel

· Memayungi banyak pengguna dalam satu hotspot.
Kekurangan:
· Untuk menggunakan Wi-Fi kita harus ada di area yang dijangkau oleh Wi-Fi atau istilahnya ‘hotspot’.

· Area jangkauan Wi-Fi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok.

· Access Point lebih mudah disusupi virus

· Pertukaran data gampang disadap

Bagaimana dengan prospek kedepannya?

Teknologi nirkabel yang dikenal dengan sebutan populer Wi-Fi sekarang menjadi kenyataan dengan semakin rendahnya skala ekonomi untuk memanufaktur perangkat yang hamper menjadi kebutuhan semua
orang ini.
Jaringan kerja nirkabel (WLAN) tidak lagi mengacu pada penggunaan untuk
memindahkan data dari komputer ke server atau dari komputer ke komputer
serta mengakses jaringan internet, tetapi meningkat terus sesuai dengan
kecepatan yang ditawarkan oleh perangkat ini. Kemampuan teknologi
nirkabel sekarang mampu menawarkan kecepatan akses jaringan yang
berkemampuan untuk mendukung pengaliran (streaming) video digital ganda.
Pastinya Wi-Fi dikembangkan lebih jauh adalah memperluas
jangkauan dengan memperbaiki kemampuan perangkat untuk menerima sinyal
dan mendorong kemampuan (boosting) untuk melakukan transmisi.
Jadi Wi-Fi akan terus dipakai, tetapi fokusnya hanya untuk skala rumahan saja. Karena jika kita menggunakan WiMAX, hal ini akan sangat membebani BTS. Kalau dulu jaringan LAN memakai kabel, nantinya kita akan menggunakan Wi-Fi.

WiMAX
Apa itu WiMAX?

Menurut wikipedia.org “WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.”
Apa kegunaannya?

WiMAX amat berguna untuk mengakses internet dari mana saja. Pada saat ini ada 3 cara yang popular untuk mengakses internet, yaitu:

· Akses Dial-up – Dengan menggunakan modem telepon kita bisa mengakses internet dari rumah kita. Akses ini biasa dipilih jika di daerah kita tidak ada akses broadband atau kita masih merasa mahal untuk berlangganan.

· Akses Broadband – Dengan membeli modem khusus dan berlangganan aksesnya kita sudah bisa menikmati akses yang jauh lebih cepat dari Dial-up. Kalau di kantor biasanya memakai jalur T1 atau T3.

· Akses Wi-Fi – Jika ada Wi-Fi router kita bisa mengakses internet secara wireless asalkan kita berada dekat dengan Wi-Fi Router itu. Di tempat umum biasanya kita akan menemukan router itu di tempat seperti restoran, perpustakaan, ataupun kafe.
Dengan menggunakan WiMAX kita bisa berinternet ria seperti kita sedang menggunakan ponsel. Di mana saja di setiap sudut kota, kapan saja, asalkan ada sinyal kita bisa berinternet.

Coba kita lihat lebih dalam, kita telah mengenal Wi-Fi (Protokol 802.11b), tetapi yang namanya manusia pasti ingin sesuatu yang lebih. Akses lebih luas dan kencang, kapan saja dan di mana saja kita bisa mengaksesnaya. Dan seperti yang kita tahu protocol 802.11n atau Wi-Fi tidak bisa memayungi area yang lebih luas dari 100 meter dan juga bandwidth-nya hanya mencapai 54 Mbps.
Bagaimana Wi-Fi bisa berguna untuk semua penduduk kota jika kemampuannya hanya segitu. Maka dari itu WiMAX yang ber-bandwitdh hingga 260 Mbps (teorinya) dengan jangkauan puluhan kilometer sangat mampu melayani masyarakat perkotaan.
Atau  untuk perusahaan yang sangat membutuhkan sebuah koneksi Internet sekelas broadband dan memiliki dana yang cukup untuk itu, namun tidak juga bisa mendapatkan koneksi tersebut hanya karena alasan belum sampainya kabel-kabel penyedia jalur komunikasi ke lokasi perusahaan? Saat ini, media dan sistem koneksi yang paling banyak digunakan untuk menghantarkan koneksi broadband ke lokasi-lokasi pengguna Internet adalah media Cable dan DSL. Memang tidak diragukan lagi kepopuleran kedua media broadband ini begitu meledak, karena dari hari ke hari jumlah penggunanya terus menanjak. Area cakupannya pun tidak henti-hentinya diperluas karena peminatnya yang semakin banyak. Koneksi jenis ini menjadi pilihan banyak orang belakangan ini dikarenakan beberapa faktor, pertama biaya yang relatif lebih murah daripada menggunakan media Leased line, implementasinya lebih mudah hanya perlu sebuah modem router yang bisa dibeli di mana-mana, bandwidth yang dapat bervariasi pada saat-saat tertentu yang tidak bisa ditemukan jika menggunakan Leased line, dan banyak lagi faktor pendukung lainnya.

Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak orang yang membutuhkan koneksi Internet yang cukup baik atau paling tidak lebih baik dari dial-up sambil tetap menjaga agar dananya tidak terlalu banyak keluar. Semakin banyak yang membutuhkan berarti infrastruktur untuk memperlebar distribusi Internet ini juga harus terus dibangun. Namun justru di sinilah faktor yang sering menjadi penghambat.

Membangun sebuah infrastruktur kabel baru di tengah-tengah kota metropolitan yang padat bukanlah pekerjaan mudah. Prosesnya pasti akan banyak berbenturan dengan masalah dan keterbatasan, seperti misalnya perizinan, keterbatasan tempat, lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan, dan banyak lagi. Untuk itu, rasanya perlu sekali adanya sebuah sistem atau teknologi yang dapat mempersingkat dan mengurangi proses dan benturan tersebut.
Kebutuhan akan koneksi Internet broadband yang hebat dan murah tersebut sebentar lagi akan kedatangan pemain baru yang diramalkan juga akan membludak dan kiranya cukup mampu mengatasi semua limitasi di atas. Teknologi broadband ini menggunakan media wireless yang lebih fleksibel, lebih mudah implementasinya, dan tentu sangat memungkinkan untuk dapat lebih murah dibandingkan media cable dan DSL. Teknologi wireless broadband ini sering disebut dengan julukan Broadband Wireless Access (BWA). Sebuah teknologi yang mendasari BWA yang akan datang ini adalah sebuah standar bernama WiMAX.

Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX, atau mungkin Kita tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa Kita bawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.
Semua itu mungkin-mungkin saja dengan adanya teknologi WiMAX. Namun tampaknya, Kita harus bersabar sebentar karena teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk dapat tersedia di sini. Perangkat-perangkat yang kompatibel belum banyak beredar di pasaran dan belum banyak para penyedia jasa yang melirik untuk melebarkan bisnisnya di sini. Kita tunggu saja!
Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Kelebihan:
· Akses secepat broadband

· Pembangunan infrastrukturnya jauh lebih cepat dan lebih murah ketimbang akses broadband
· Area jangkauannya lebih luas ketimbang WiFi dan akses broadband

· WiMAX akan menjadi pelengkap sekaligus sebagai penantang baru terutama terhadap teknologi wireless sekarang

· Terget pasar baru bagi perusahaan yang menggeluti bidang nirkabel

· Para produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan

· Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX

merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi   dengan internet secara mudah dan berkualitas

· Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11

· Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, WiMAX sudah memberikan kontribusi yang sangat besar

Kekurangan:
· Seperti terjadi dengan negara lain di dunia, maka pemerintah Indonesia pun belum menentukan frekuensi WiMAX yang akan digunakan. Kemungkinan besar vendor pertama kali membuat perangkat WiMAX di frekuensi 3,5 GHz. Sedangkan di Indonesia, frekuensi dimaksud juga digunakan untuk komunikasi satelit. Sehingga diperlukan penentuan range frekuensi yang tepat agar menguntungkan baik bagi operator, regulator maupun pengguna.

· Harga peralatan infrastruktur yang masih sangat mahal

· Teknologinya masih berkembang terus, sehingga bisa salah investasi.

· Terlalu banyak jenis perangkat yang tidak saling kompatibel.

· Dibutuhkan pengalaman untuk memasang perangkatnya

· Kesulitan lain yang akan dihadapi orang Indonesia adalah peraturan yang belum siap untuk mengadaptasi teknologi ini karena kalau produsen peranti WiMax sudah membuat satu card PCMCIA atau berbasis USB dengan menggunakan standar WiMax Nomadic, perantinya akan mudah didapat di mana saja.

Bagaimana dengan prospek kedepannya?

Sangat cerah, WiMAX akan menjadi sumber koneksi utama masyarakat ke jarinngan kota ataupun internet. Seluruh elemen masyarakat dapat berinternet ria secara murah bahkan gratis. Seperti visinya Telkom “WiMAX membuat seluruh orang Indonesia melek internet.”
Perbedaan Wi-Fi dan WiMAX

Selain itu:

· WiMAX dan Wi-Fi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dalam prakteknya diperlukan design yang tepat diantara keduanya

· WiMAX dan Wi-Fi dapat digunakan secara bersama (convergence) sehingga satu dengan lainnya dapat saling melengkapi

· Implementasi WiMAX merupakan alternatif teknologi yang sangat prospektif untuk menggelar Broadband Wireless Access
Referensi:
http://www.wimax.com
http://www.wikipedia.org
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/Telekomunikasi/2005/0830/tele2.html
http://www.mail-archive.com/
http://www.google.com

Tulisan tentang Wi-Fi dan perangkatnya ini penyusun nukilkan dari tulisan seorang kawan di Facebook.

WI-FI DALAM PERSPEKTIF FIQH ISLAMY

Setelah mengetahui Wi-Fi secara konsep teknologi, mari kita melihat Wi-Fi dalam perspektif Fiqh islami

Urgensi/motivasi pembahasan ini layak untuk dikaji.

Sebelum menghabiskan waktu dan energi untuk membahas permasalahan ini, seorang pengkaji selayaknya untuk memikirkan motivasi/faktor penting kajian ini. Apakah bahasan yang ditekuni ini merupakan sesuatu yang urgen untuk dikaji atau sekedar membuang waktu saja?! Maka lihatlah permasalahan dari pelbagai sisi, seperti: motivasi pribadi, kepentingan akademis, kemaslahatan politis, ekonomis, medis, sosio-kultural, keamanan, dan pelbagai  faktor lainnya.

Adapun motivasi untuk membahas pemanfaatan fasilitas Wi-Fi bisa dilihat dari faktor berikut;

  1. Secara ekonomis.

Bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi dewasa ini cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Untuk bisa mengakses internet dengan fasilitas Wi-Fi ini tentu saja membutuhkan pengorbanan para pemiliknya, termasuk mesti mengeluarkan banyak dana untuk bisa mengolah temuan teknologi ini agar bisa dimanfaatkan. Seorang pengusaha/investor rela merogoh saku dan mengeluarkan dana untuk penemuan teknologi ini dengan harapan akan bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan jasa yang telah diusahakannya. Untuk keperluan pemasaran mereka juga harus mengeluarkan sejumlah dana yang besar, agar bisa dipasarkan lebih luas. Apabila pemanfaatan fasliitas Wi-Fi ini bisa dimanfaatakan oleh setiap orang secara cuma-cuma tanpa mesti membeli jasa dan peralatan yang disediakan, otomatis pihak penjual akan rugi! Akan timbul permasalahan global secara ekonomi.

Di lain sisi, para server yang telah membeli jasa pelayanan Wi-Fi secara legal kepada perusahaan-perusahan produsen/distributor, tidak bisa maksimal dalam memperoleh haknya. Bandwith yang disediakan oleh pihak distributor yang semestinya bisa digunakan secara penuh, dengan kehadiran pihak lain mereka terpaksa harus berbagi kecepatan dan daya akses. Pihak pembeli jasa bisa dirugikan, apalagi bila ineternet menjadi kebutuhan vital dalam kegiatan/bisnis yang mereka jalankan.

  1. Secara sosial kemasyarakatan

Akan timbul pelbagai kecemburuan dan kecurigaan kepada pihak lain. Karena server yang membeli secara legal tidak mendapatkan haknya secara penuh disebabkan oleh kehadiran server lain. Apabila server liar ini diketahui oleh server legal atau ia mendapatkan berita bahwa ada orang lain yang bisa mengakses internet karena perangkat Wi-Fi yang dimilikinya, maka akan timbul kemarahan, kecemburuan, dll. Akan timbul kecurigaan setiap ia mengakases internetnya. Dengan munculnya bibit-bibit seperti ini akan berpotensi untuk terjadinya permusuhan dan perpecahan di tengah masyarakat dan retaknya kehidupan sosial. Syariat islam tidak menghendaki ini terjadi. Sebaliknya salah satu keistimewaan syariat islam adalah prinsip keadilan. Setiap orang mendapatkan segala sesuatu sesuai dengan haknya.

  1. Dari segi keamanan.

Bila akses internet bisa juga dinikmati oleh orang lain, maka server tidak akan aman dari gangguan orang lain, baik berupa informasi data atau masuknya virus yang disebabkan oleh server lain.

Mengidentifikasi permasalahan yang akan dibahas.

Sebelum meneruskan mengkaji lebih lanjut dan menemukan hukum dari permasalahan yang akan dibahas, lakukanlah identifikasi masalah dan pemisahan masalah yang akan dikaji. Agar tidak tercampur baur antara hukum suatu nazilah dengan nazilah yang lain.

Dalam permasalahan ini perlu kita identifikasi bahwa;

  1. Wi-Fi yang disediakan secara leluasa untuk para konsumen.

Sudah bukan berita baru lagi bahwa di pelbagai tempat disediakan pelayan Wi-Fi sebagai bonus bagi para konsumen. Konsumen leluasa untuk memakai sarana Wi-Fi sepuas mereka, selama memiliki peralatan yang dibutuhkan, seperti laptop, PDA, seluler, dll. tempat-tempat yang menyediakan sarana ini seperti perkantoran, bandara, mall, restoran, dll. Para pemiliki mengadakan fasilitas Wi-Fi ini diantaranya dengan tujuan untuk meningkatkan pelayan dan memberikan kepuasan dan pelbagai kemudahan bagi konsumennya, sehingganya konsumen semakin betah untuk berlangganan dan menginforamsikan kepada calon konsumeln lainnya  bahwa ada keunggulan fasilitas di tempat X! Ini tentu saja menjadi keuntungan tersendiri bagi pemilik usaha. Masalah ini juga tidak mengandung pelangaran secara syariah, bila digunakan segaimana mestinya, karena memang dibolehkan konsumen untuk memakai sepuas-puasnya selama berada di lingkup areal yang terjangkau oleh acces point.

  1. Wi-Fi untuk fasilitas pribadi

Dewasa ini semakin banyak pihak-pihak pribadi yang bisa mengakses internet dengan Wi-Fi di rumah mereka dengan membelinya kepada pihak agency penyedia pelayana Wi-Fi. Mereka bisa megakses Wi-Fi dengan mudah di rumah mereka, tanpa perlu sambungan kabel internet. Akan tetapi sebagian server tidak bisa mengunci (mengamankan) Wi-Fi dari pihak lain, karena lupa, tidak tahu caranya atau karena pelbagai sebab lainnya. Tentu saja dampaknya adalah layanan dari Wi-Fi untuk mereka bisa dikonsumsi oleh pihak lain dan mengakibatkan pemakaian jaringan semakin banyak dan padat. Dengan semakin banyaknya pemakai, maka sudah barang tentu akan berpengaruh kepada bandwith dan kemampuan untuk mengakses internet server yang membeli fasilitas Wi-Fi. Apalagi jika pihak penikmat layanan Wi-Fi ini juga menyewakan kepada orang lain dan menikmati hasilnya. Bagaimana fiqh islamy menyikapi permasalahan seperti ini?! Inilah yang perlu kita selesaikan!

Identifikasi terhadap sumber khilaf dan penyebab perbedaan persepsi.

Kepada para pengkaji syariat yang bermaksud menyelesaikan nazilah (permasalahan yang terjadi), hendaklah mampu mendeteksi penyebab perbedaan pendapat dan memetakan pemikiran terhadap permasalahan  yang sedang dihadapi, agar fokus untuk menyelesaikannya. Sehingganya kajian tidak melebar luas keluar dari lingkup permasalahan dan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan bahasan.

Sumber perbedaan

Sebagian orang menilai jaringan internet yang didapat adalah suatu yang berhak dimanfaatkan oleh siapapun yang bisa mendeteksinya, karena ini merupakan sesuatu yang tersedia di alam kita dan bebas untuk mengaksesnya.

Sebagian orang mengatakan bahwa pemanfaatan akses internet dari fasilitas Wi-Fi ini adalah layanan pribadi yang sudah diizinkan oleh pemiliknya, yang bisa dipakai oleh semua orang yang bisa mengaksesnya. Ini artinya sudah ada izini secara ekpslisit dan kerelaan dari pihak pemiliknya, sehingganya bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Sebagian lain menilai bahwa sinyal/koneksi internet yang terdeteksi sampai terbuka luas oleh orang lain, itu karena pemilik;

  1. Tidak tahu cara menguncinya.
  2. Meskipun tahu, tapi lupa menguncinya.
  3. Merasa sudah menguncinya, namun ternyata belum dikunci.
  4. Karena merasa yakin bahwa jikalaupun dibuka, orang lain tidak mengetahuinya.
  5. Karena merasa yakin orang lain bersifat amanah, tidak akan menggunakannya dan tidak akan mengkonsumsi harta milik saudaranya, kecuali dengan izin dan kerelaan pemiliknya.

Letak kesepakatan dan perbedaan persepsi masing-masing kelompok/mazhab.

Persamaan persepsi

Semua pihak sepakat bahwa untuk mengkonsumsi, memakai, mengakses,  melakukan tindakan ekonomis atau non ekonomis hak milik orang lain, harus dengan izin dan kerelaan pemiliknya.

Perbedaan persepsi

Mereka berbeda pendapat pada:

  1. Koneksi internet yang tersedia bukanlah merupakan milik pemilik tertentu. Sebagian lain mengatakan bahwa kepemilikannya jelas terbatas pada kalangan tertentu.
  2. Apabila dimiliki oleh pemilik tertentu dan internet bisa diakses oleh orang lain, ini adalah sebagai bukti bahwa sudah ada izin secara eksplisit dari pemilik fasilitas Wi-Fi.
  3. Kelompok lain mengatakan bisa mengakses internet karena fasilitas Wi-Fi ini belum menunjukkan adanya izin dari pemiliknya dan tidak bisa beralasan kepada adanya akses dan praduga adanya izin belaka!

Asumsi pendapat fiqh islamy terhadap permasalahan.

Seorang pengkaji syariat hendaklah tidak tergesa-gesa menghukumi permasalahan sebelum mengkaji permasalahan dengan dalil-dalil yang ada. Munculkanlah asumsi terhadap pendapat secara fiqh yang mungkin muncul dalam menyikapi permasalahan pemanfaatan akses internet secara liar dari faslitas Wi-Fi yang dibeli secara legal oleh server kepada distributor resmi. Mari kita buka fikiran dan hati selapang-lapangnya dan kita perdebatkan secara ilmiah serta tidak sempit dalam berfikir.

  1. Mazhab Pertama

Kelompok yang menyatakan tidak boleh mengakses secara mutlak.

Karena pemanfaatan akses internet dari fasiliast Wi-Fi ini adalah milik pribadi server yang membeli jasa secara legal kepada distributor resmi, yang tidak bisa dikonsumsi oleh pihak lain, kecuali dengan izinnya.

Dalil-dalil :

  1. Wi-Fi bukanlah milik umum yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang, akan tetapi adalah milik individu/kelompok tertentu yang dimiliki secara legal dengan membeli jasa Wi-Fi kepada produsen/distributor penyedia. Kepemilikan kelompok tertentu/individu ini dibuktikan dengan:
    1. Adanya akad pembelian jasa antara konsumen dengan produsen/distributor dan pembayaran sejumlah nominal tertentu.
    2. Adanya password aktivasi sebagai bukti keberhakan terhadap kepemilikan.
    3. Adanya password untuk khusus pemilik sebagai bukti bahwa akses ini tidak bisa dimiliki kecuali oleh server legal.
  1. Tidak boleh memakan, memakai, mengakses barang orang lain kecuali oleh atau dengan izin pemiliknya.

Dalil pertama

ياأيها الذين امنوا لا تأكلوا اموالكم بينكم بالباطل الا أن تكون تجارة عن تراض منكم …

النساء :29

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu

Dari ayat ini dipahami bahwa

Segala akad dan sahnya kepemilikan seseorang sampai bisa berpindah kepemilikan sesuatu kepada orang lain, harus berasal dari ridho (kerelaan) dari pemiliknya. Saling ridho pihak yang melakukan akad ini menjadi kaidah umum pada seluruh akad muamalat dalam islam.

Dalil kedua

إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم عليكم حرام …رواه الشيخان

Artinya:

Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah diharamkan terhadap kalian.

Dari hadits ini dipahami bahwa:

Nyawa dan harta seseorang adalah terlarang (haram) dimiliki oleh orang lain, kecuali dengan izin dari pemilik yang berhak. Jikalau berhubungan dengan nyawa seseorang, untuk bsia mengalirkan darah harus merupakan pembunuhan dengan cara yang haq seperti qishas atau perang (jihad). Jikalau berhubungan dengan harta, untuk bisa memiliki dan atau memanfaatkannya harus melalui keridhoan dari pemiliknya. Dalam permasalahan pemanfaatan Wi-Fi ini juga demikian, tidak bisa seseorang menikmati manfaat dari fasilitas Wi-Fi kecuali dengan kerelaan dan izin pemiliknya.

Dalil ketiga

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((لا يحل مال امرئ مسلم إلا بطيب نفس منه))،

Artinya:

Tidak halal harta seorang muslim kecuali denagn ketulusan darinya.

Dari hadits ini dipahami bahwa:

Tidak boleh memakan harta, mengkonsumsi, memanfaatkan, memakai, melakukan tindak ekonomis dan non ekonomis orang lain, kecuali dengan keikhlasan dari pemiliknya.

Bantahan:

Semua dalil ini dibantah dengan izin dari pemiliknya sudah dipahami dari qarinah haliyah (indikasi yang kuat dengan sikon yang ada). Karena tidak mungkin orang lain bisa mengakses internet kecuali bila pengamannya dibuka oleh pemiliknya dengan membiarkan tanpa password.

Jawaban terhadap bantahan:

Pemilik tidak mengunci belum tentu karena ingin memberikan manfaat kepada orang lain, akan tetapi banyak sebab lain yang menyebabkan pemiliknya tidak memakai pengaman, seperti:

  1. Tidak tahu cara menguncinya.
  2. Meskipun tahu, tapi lupa menguncinya.
  3. Merasa sudah menguncinya, namun ternyata belum dikunci.
  4. Karena merasa yakin bahwa jikalaupun dibuka, orang lain tidak mengetahuinya.
  5. Karena merasa yakin orang lain bersifat amanah, tidak akan menggunakannya dan tidak akan mengkonsumsi harta milik saudaranya, kecuali dengan izin dan kerelaan pemiliknya.

Untuk memastikan ini sangat sulit dilakukan, kecuali dengan adanya kejelasan dari pemiliknya. Secara asla nyawa dan harta orang lain adalah haram dimiliki dan dimanfaatkan oleh oranbg lain.

Bantahan:

Seorang pemilik tidak mungkin tidak tahu cara mengunci Wi-Fi nya. Karena ketika mereka akan dan saat membeli, para konsumen sudah memiliki informasi tentang cara mengamankannya oleh pihak agency penyalur. Jikalau tidak tahu, maka saat ini adalah sesuatu yang jarang terjadi. Sedangkan kita bisa mematok sebuah hukum itu dari segala sesuatu yang sudah biasa dan umum terjadi  bukan dengan situasi yang langka terjadi. (al hukmu bi al ghalib al a-`am, la bi al qalil al nadir).

Jawaban terhadap bantahan

Saat ini tidak bisa dihukumi langka, karena fasilitas ini termasuk fasilitas baru di dunia manusia, sehingganya manusia belum terbiasa untuk mengoperasikannya dengan benar. Wajar saja bila sering terjadi ketidaktahuan, kelupaan, kelalaian pemiliknya. Justru kaidah menjadi hujjah terhadap pembantah bukan hujjah untuk menguatkan statemen pembantah. Bagi pemakai yang lain -meskipun akses internet seolah-olah sudah diizinkan untuk memanfaatkannya- hak pemanfaatan internet ini secara asal adalah milik orang lain, dan ia tidak berhak kecuali apabila orang lain sudah mengizinkan untuk memanfaatkannya.

  1. Menyebabkan mudharat bagi pemilik legal Wi-Fi, karena banyaknya server yang memanfaatkan koneksi, sehingganya pembayaran menjadi lebih mahal, bila system pembayaran dengan penghitungan bandwich pemakaian.
  2. Menyebabkan mudharat kepada server legal karena akan memperkecil daya akses (memperlambat) disebabkan banyaknya yang menggunakan jalur yang sama. Akses internet akan terasa berat.
  3. Menyebabkan mudharat kepada server legal karena akan ada kemungkinan data-datanya diketahui oleh server lain. Sehingganya orang lain bisa mengetahui dan mengawasi data server legal. Ini termasuk bentuk mengungkap aurat orang lain dan upaya tajassus yang dilarang. Ada kemungkinan terjadi kesalahan pengiriman data akibat pemakaian server lain. Atau data disamun di perjalanan transfer data oleh server liar.
  4. Server legal bisa dicurigai dan diawasi gerak-geriknya oleh Negara atau badan intelegen Negara karena aktivitas dunia maya server liar.  Karena di zaman sekarang adalah wajar bila aktivitas masyarakat diawasi juga oleh Negara melalui aktivitas di dunia maya. Misalnya: server legal bisa dianggap teroris karena aktivitas maya server liar.
  5. Server legal bisa terancam terserang virus karena sebab akses yang dilakukan oleh server liar.

Di dalam hadits dijelaskan bahwa:

قال النبي صلى الله عليه وسلم: ((لا ضرر ولا ضرار)).. حديث حسن رواه ابن ماجه والدارقطنى وغيرهما مسندا.

Artinya:

Tidak boleh melkukan tindak mudharat kepada diri sendiri dan kepada orang lain.

Dipahami dari hadits bahwa:

Seorang muslim tidaklah selayaknya menyebabkan mudharat bagi dirinya sendiri dan bagi saudaranya yang lain. Di dalam kaidah fiqh disebutkan bahwa al dhuraru yuzal. Pemakaian manfaat dari Wi-Fi ini akan menyebabkan mudharat secara ekonomis dan non ekonomis bagi pemiliknya.

Bantahan:

Selama pemiliknya sudah ridha (rela) dan mengizinkan, maka segala mudharat yang timbul merupakan resiko yang bersumber dari ridho (kerelaan) dan izinnya dan ia mesti menanggung resiko dari perbuatannya sendiri. Tidak bisa menyalahkan orang lain yang tidak tahu menahu terhadap apa yang dialami oleh pemiliknya.

Jawaban terhadap bantahan:

Seharusnya server yang lain saling menjaga antara satu dengan yang lain, sehingganya tidak terjadi pemanfaatan hak milik orang lain kecuali dengan cara yang hak dan tidak menyebabkan mudharat bagi pemiliknya yang legal.

  1. Ini merupakan masalah syubuhat yang mesti ditinggalkan.

ان الحلال بين وان الحرام بين وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن التقى الشبعات فقد استبرأ لدينه وعرضه، ومن وقع فى الشبهات وقع فى الحرام….رواه البخارى ومسلم

Artinya:

Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas, yang haram juga sudah jelas dan diantara keduanya ada perkara yang mutasyabihat (remang-remang) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjauhi syubuhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang berani untuk mendekati syubuhat, berarti ia telah berani melakukan perkara haram…(HR:Bukhari-Muslim)

Dipahami dari hadits bahwa:

Seorang muslim semestinya tidak akan mendekati sesuatu yang bersifat syubuhat apalagi sesuatu yang sudah jelas haramnya. Pemanfaatan Wi-Fi ini secara asal adalah sepenuhnya milik dari pemiliknya dan tidak berhak orang lain untuk memanfatkannya, kecuali dengan kerelaan dan izin dari pemiliknya. Seorang muslim semestinya sangat berhati-hati untuk berada pada wilayah remang-remang, palagi akan menyebabkan merugikan terhadap agamanya  dan mengorbankan hak-hak saudaranya yang lain. Ketika menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi memaparkan hadits lain Rasul Saw. yang menjelaskan bahwa:

من كان يؤمن با لله واليوم الأخر فلا يقفن مواقف التهم.

Artinya:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia sekali-kali tidak akan berada pada posisi yang riskan (mendatangkan tuduhan).

Hendaklah seorang muslim untuk menghindarkan dirinya terhadap situasi yang menyebabkan dirinya dikhawatirkan melakukan larangan Allah dan merugikan saudaranya yang lain. Senada denagn itu Sayyidina Ali menguatkan bahwa:

إياك وما يسبق إلى القلوب إنكاره وان كان عندك اعتذاره فرب سامع نكرا لا تستطيع أن تسمعه عذرا.

Artinya:

Hendaklah kalian menjauhi untuk melakukan perkara yang sangat mudah diingkari oleh hati. meskipun engkau memiliki uzur terhadapnya. Maka betapa banyak orang yang mendengarkan hal yang tidak menyenangkan, sedangkan kamu tidak bisa mendengar uzur dari mereka.

  1. minimal permasalahan ini adalah permasalahan yang diragukan. Tinggalkanlah untuk memakan, memakai, mengkonsumsi, dan memanfatkan hal-hal yang meragukan.

قال النبي صلى الله عليه وسلم … دع ما يريبك الى ما لا يريبك…. رواه الترمذى والنسائى، وقال الترمذى حديث حسن صحيح

Artinya:

Tinggalkanlah perkara-perkara yang meragukanmu terhadap hal-hal yang tidak meragukanmu. (HR Tirmdizi dan Nasai, dan Imam Tirmidzi berkata: hadist ini adalah hadits hasan sahih)

Dipahami dari hadits bahwa:

Seorang muslim semestinya untuk takut melakukan hal-hal yang menyebabkan keraguan atau merugikan agamanya dan merugikan saudaranya yang lain. Sebaiknya ia tidak memakan, memakai, memanfatkan hak milik saudara yang lain kecuali dnegan cara yang haq. Sebaiknya ia tidak mendekati hal-hal yang syubuhat apalagi jelas haramnya.

Kesimpulan

Dari dalil-dalil yang dipaparkan jelas bahwa seorang muslim tidak selayaknya untuk memakan, memakai, mengkonsumi, memanfaatkan, melakukan tidak ekonomis dan non ekonomis kecuali dengan izin orang yang berhak. Selama tidak ada izin yang jelas dari pemiliknya, maka minimal masalah pemanfaatan ini masih berada pada wilayah remang-remang (syubuhat) yang meragukan dan mesti dijauhi.

  1. Mazhab kedua

Kelompok yang menyatakan boleh memanfaatkan secara mutlak.

Dalil-dalil:

  1. Jaringan yang diperoleh sama halnya dengan sinyal selular yang bisa ditangkap oleh para pemilik seluler.

Bantahan:

Ini tidak sama dengan sinyal seluler, karena sinyal seluler didapatkan bukan dengan gratis akan tetapi mesti dengan membeli kartu perdana dan mengisi ulang pulsa untuk bisa memanfaatkan sinyal yang tersedia. Ada alat tukar dari manfaat yang didapatkan, beda halnya dengan pemanfaatn Wi-Fi yang tidak ada alat bayarnya.

  1. Jaringan yang didapat ini adalah sesuatu yang bersifat lepas, tidak bertuan  dan berhak dimanfaatkan oleh siapapun yang bisa mendeteksinya, serta tidak diketahui pemilik legalnya.

Bantahan:

Jaringan ini bukanlah jasa yang boleh dimanfaatkan secara ebbas oleh siapapun tanpa tuan, tapi pemiliknya jelas dan cara mendapatkannya secara legalpun juga sudah jelas dan sudah menjadi informasi yang diektahui oelh kebanykan ornag zaman kini.

  1. Orang lain bisa mengakses internet karena adanya koneksi yang muncul oleh faslitas Wi-Fi, menunjukkan adanya izin secara eksplisit dari pemiliknya.

Bantahan:

Bisa mengakses internet ini tidak dengan serta merta mengklaim bahwa ada izin dan kerelaan dari pihak pemilik. Karena kerelaan dan izin dari pemilik adalah sesuatu yang bersifat tersembunyi di dalam jiwanya dan tidak bisa diketahui kecuali dengan ucapan yang jelas yang menunjukkan kerelaan dan izin dari pemiliknya.

Jawaban terhadap bantahan:

Dengan dibukanya ini merupakan indikasi bahwa pihak pemilik mengizinkan orang lain untuk mengakses internet. Indikasi seperti ini bisa menjadi bukti bahwa ada kerelaan dari pihak pemilik.

Kesimpulan

Hujjah paling kuat dari kelompok yang membolehkan ini hanyalah izin secaa eksplisist dari pemiliknya.

  1. Mazhab ketiga

Kelompok yang menyatakan boleh mengakses dengan syarat diketahui ridho/kerelaan pemiliknya dan diizinkan untuk memakainya secara `uruf.

Dalil-dalil

  1. Apabila pemakaian tidak diketahui kerelaan dan izin dari pemiliknya serta ketika dipakai tidak menyebabkan kerugian apapun baik secara materi ataupun non materi bagi pihak server resmi, ini termasuk kepada pemberian manfaat seorang tetangga kepada tetangganya yang sudah biasa terjadi dan ditoleransi oleh `uruf. Di  dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Rasul  saw. beliau bersabda:

لَا يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ … رواه البخاري ومسلم

Artinya:

Janganlah seorang tetangga melarang teangganya untuk menempelkan kayu di dinding tetangganya (yang lain). HR. Bukhari-Muslim)

  1. `Uruf yang merupakan sandaran untuk menentukan sebuah hukum. Di dalam kaidah fiqhiyyah disebutkan al `adatu muhakkamatun. Dipahami bahwa secara adapt/kebiasaan (`uruf), orang lain tidak akan membiarkan haknya dipakai dan dimanfaatkan oleh orang lain, kecuali ia telah merelakan dan mengizinkan, selama tidak merugikan pemiliknya.

Kesimpulan:

Dibolehkan pemakaian manfaat Wi-Fi selama yakin bahwa pemakaian adalah terdapat izini dari pemiliknya dan pemakaian tidak mendatangkan kerugian apapun kepada pemiliknya.

Permasalahan lain yang perlu diselesaikan:

Apabila kepemilikan sudah jelas, maka perlu dikaji:

  1. Bagaiman hukumnya, apabila manfaat yang di dapat dari Wi-Fi secara liar ini disewakan kepada orang lain?
  2. Apabila telah terlanjur memakainya, bagaimana cara menyelasaikannya (damai)?
  3. Ketika diajukan ke meja hijau, bagaimana cara membuktikan dakwaan? Bagaimana cara mengingkari dakwaan?
  4. Apabila ditetapkan ada ganti rugi, bagaimana cara penghitungan ganti ruginya? Bagaimana standar nilai untuk menetapkan ganti ruginya?

Kesimpulan dari kajian

Dalam kajian penyusun hanya mengajak kawan-kawan untuk berfikir secara bersama sambil melatih kemampun ilmiah kita dalam menyingkap sebuah permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari dari segi hukum fiqhnya. Semoga kajian ini menjadi stimulant bagi kawan-kawan untuk terus bersemangat dalam menggali khazanah fiqh islamy, terutama dari turats kita yang telah berjasa besar dalam membangun peradaban dunia. Kini turats itu terpendam dan sangat sedikit sekali yang memperhatikan, menjaga, mempelajari, mengkaji, memahami dan mendayagunakannya!

Konklusi dari pendapat yang telah dipaparkan penyusun serahkan sepenuhnya kepada masing-masing pihak. Penyusun berharap agar pengkajian ini tidak berhenti sampai disini, akan tetapi teruslah menggali dan mengenali hukum permasalahan ini dengan ilmiah dengan mengikuti metode ulama mu`tabar dalam mengungkap hukum fiqh. Bila sudah berhasil mengungkap satu nazilah ini segeralah untuk mengungkap permasalahan lain, karena terlalu banyak menumpuk tugas para pengkaji syariat dewasa ini.

Kepada para thalib yang berniat tulus karena Allah, janganlah merasa angkuh untuk bertaqlid kepada para mujtahid, karena realita memaksa kita untuk bertaqlid agar bisa memahami al Qur`an dan sunnah secara benar. Dan jangan sampai merasa malu untuk mengatakan “saya tidak tahu”, karena itu lebih baik daripada berbohong atas nama Allah dan Rasul Saw. serta berani menceburkan diri ke dalam neraka. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita dan menjadikan kita para faqih rabbany. Amiin

Wallahu a`lam

Gubuk Tua Di Sudut Al Azhar, 26 Maret 2010

2 Responses

  1. Assalamu’alaikum..pembahasan yang menarik sesungguhnya,sayang ana belum diberi kesempatan oleh Allah untuk menghadiri muhadaroh ini.

    Sesungguhnya (bagi ana) pembahasan terhadap masalah ini akan membuka mata kita terhadap beberapa masalah lain yang sifatnya kontemporer dan berada disekeliling kita atau bahkan malah kita pelakunya

    beberapa masalah yang langsung tercover dalam pikiran ana begitu mendengar kajian ini diantaranya :

    1.Apa dan bagaimana hukum memakai OS windows bajakan / tanpa lisensi..?

    2.Apa dan bagaimana hukum memakai program komputer bajakan (spt; word,excel,adobe,corel,dsbg)

    3.apa dan bagaimana hukum mengunduh file2 yang telah ditetapkan hak ciptanya..? (seperti mp3 lagu yang dimiliki oleh beberapa produser lagu lantas di unduh/download seenaknya?)

    4.dan lain2 yang mungkin masih beredar di sekeliling kita

    yang jadi masalah adalah ternyata barang2 / program2 diatas telah ada substitusinya (penggantinya) .seperti windows yang berbayar telah ada gantinya linux yang gratis lengkap dengan program 2 desktopnya..begitu juga buat edit2 layaknya adobe dan corel sudah ada dalam linux versi studio.

    semoga kita bersama selalau menjadi hamba Allah yang berusaha menggapai ridloNYA amin…

    • wa’alaikumsalam akh zamzami…
      walhamdulillah kajian tersebut sudah selesai. dan juga peserta yang hadir lumayan banyak, walaupun tidak sebanyak kajian tentang hukum tahlilan kemarin.
      ala kulli hal, saran antum kami pasti pertimbangkan. karena hal ini memang sangat penting untuk di bicarakan. kami ucapkan terimakasih banyak untuk ide dan fikirannya.
      Semoag Allah swt membalas antum dengan pahala yang berlipat ganda.
      salam admin SEMA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: